Dua orang Ibu bersama Anaknya

Biasanya saya pulang ke rumah setelah magrib, tapi untuk hari ini saya pulang lebih pagi pukul 11.00 wib karena tak ada kegiatan lagi selain...

Biasanya saya pulang ke rumah setelah magrib, tapi untuk hari ini saya pulang lebih pagi pukul 11.00 wib karena tak ada kegiatan lagi selain 1 matkul. seperti biasa saya berjalan kaki menuju brimob, karena angkot jurusan yang saya naiki datang dari arah sayang. kalau saya naik dari depan kampus bukannya sampai ke rumah melainkan ke majalaya.

Di dalam angkot saya duduk didekat pintu keluar, di depan saya duduk 2 orang ibu dan seorang anak perempuan. mereka tampak asyik mengobrol di sepanjang jalan menunggu tempat yang mereka tuju lewat. dari penampilan, tampak mereka dari kalangan biasa-biasa saja. percakapan mereka terdengar oleh saya. topik yang mereka bicarakan mulai dari kehidupan rumah tangga mereka sampai dengan keadaan disekitar mereka. 

Mereka membicarakan masalah ekonomi yang semakin menguat, membuat mereka bekerja lebih keras untuk mendapatkan beberapa ribu tambahan. terlebih lagi saat ini suasana menuju lebaran, harga-harga kebutuhan baik yang pokok maupun tambahan.

Ibu A berbicara pada temannya bahwa dia baru saja mendapat sms dari saudaranya untuk berhati-hati ketika di pasar. Ya betul, mereka berencana pergi ke pasar Ujung Berung untuk membeli keperluan hari raya. mereka terus mengobrol dengan asyik tidak memperdulikan saya yang juga asyik memperhatikan percakapan mereka. 

Ibu A berkata, "loba copet teh da duit hese diteang, makanya pada ngambil jalan pintas pengen dapet sekaligus banyak. hadduuhhh, mana yang dicopet jiga arurang nu hese neangan."

Temannya hanya tersenyum menanggapi perkataan ibu A. " Kemarin, pas saya lewat jalan sebelah yang aladin aya budak leutik jiga G ngamen panas-panas. haduh, eta kacida pisan miwarang budak leutik neangan duit ga ada rasa kasian apa nyuruh anak yang nyari?," tambah Ibu A.

"Urang wae nu hese teu kitu-kitu teuing, anak mah jangan dibawa susah cukup kita aja sebagai orangtua yang nyari," ucap Ibu A kembali.

Disana saya jadi berpikir, mau berpendidikan tinggi atau tidak, mau penghasilan banyak atau tidak pun semua orangtua sama ingin anaknya bahagia. Cukup mereka yang merasakan pahit susahnya mencari nafkah karena nanti anak mereka pun juga sama mencari nafkah untuk anaknya kelak. 

Jika ada orangtua yang menyuruh anaknya mencari nafkah baginya, menurut saya harga diri mereka jatuh dimata anaknya sendiri dan sekeliling mereka. dan tidak ada yang lebih menyakitkan dari kehilangan harga diri.


You Might Also Like

0 comments

Flickr Images